Inilah Gaji Gubernur Dan Bupati Se Indonesia

Dalam beberapa kali kesempatan bertemu langsung dengan pemerintah pusat baik Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, bahkan dengan Kepala Pemerintahan (dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), para kepala daerah baik Gubernur maupun Wali Kota atau Bupati, mengeluhkan besaran gaji mereka yang tidak kunjung naik.

DPD-DPC Partai NasDem Lombok Timur

Kehidupan nasional Indonesia saat ini sudah berada pada titik yang mengkahwatirkan. Reformasi 1998 sebagai tonggak ikhtiar demokratisasi Indonesia ternyata menyisakan kekecewaan banyak orang. Demokratisasi menjadi rutinitas suksesi kekuasaan tanpa memunculkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas, visioner, dan layak diteladani. Neoliberalime begitu mantap mencengkeram ekonomi Indonesia, sementara jatidiri sebagai orang Indonesia pun semakin tercerabut.

ingin jadi wirausaha yang sukses ikuti lima cara ini

3)Secara ringkasnya anda kena meneliti syarikat, produk, budaya , teamwork dan orang di sekeliling anda sebelum memulakan bisnes.

ISTIGHFAR DAN TAUBAT KUNCI REZEQI

Allah s.w.t dan Rasul-Nya tidak meninggalkan umat Islam tanpa petunjuk dalam kegelapan dan keraguan dalam usaha mencari kehidupan. Tetapi sebaliknya, sebab-sebab mendapat rezeki telah diatur dan dijelaskan. Sekiranya umat ini mahu memahami dan menyedarinya, nescaya Allah s.w.t akan memudahkannya mencapai jalan-jalan untuk mendapat rezeki dari setiap arah, serta akan dibukakan untuknya keberkatan dari langit dan bumi. Oleh hal yang demikian itu, perlu dijelaskan tentang berbagai-bagai sebab di atas dan meluruskan pemahaman yang salah dalam usaha mencari rezeki.

APAKAH HUKUM MEWARNAKAN RAMBUT MENGUNAKAN PEWARNA YANG DINYATAKAN HALAL, WALAU PUN BERMACAM-MACAM WARNA?

Apa yang penting bagi orang yang ingin mewarnakan rambut ialah bahan pewarna itu halal dan telap air seperti inai (ini jelas harus dan disebut di dalam hadis) kerana jika tidak telap air, wuduk anda dianggap tidak sah.

Ahad, 24 Julai 2011

Tips Menikmati Liburan di Lombok


Pariwisata Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kini kian menyaingi tetangga sebelahnya, Bali. Lombok bisa dibilang merupakan salah satu destinasi wisata yang paling komplit karena memiliki banyak potensi alam yang menakjubkan mulai dari Gunung Rinjani hingga pantai-pantai eksotis yang masih "perawan" seperti Pantai Kuta, Tanjung Aan, hingga pulau-pulau kecil (gili) yang tak kalah menawan.
Untuk berlibur di Pulau Lombok, ada tujuh cara yang bisa dilakukan agar liburan Anda tak terlupakan. Cara ini bisa dilakukan bagi para pelancong yang terbiasa menjadi backpacker maupun yang bukan.
1. Siapkan Itinerary dengan Matang Spontanitas memang terkadang membuat liburan semakin seru. Namun, apabila Anda hanya memiliki waktu terbatas untuk berlibur, alangkah baiknya Anda menyiapkan rencana perjalanan (itinerary) dengan matang. Coba carilah informasi sebanyak mungkin dari dunia maya mulai dari tempat menginap, alat transportasi, hingga jarak dan waktu tempuh ke tempat-tempat yang akan Anda tuju. Dengan demikian, waktu Anda tidak akan terbuang dengan diskusi-diskusi seputar tempat yang akan ditujukan. Apalagi, jika Anda berlibur berkelompok, rencana perjalanan yang matang dan telah disepakati sebelumnya akan menghindari konflik yang bisa mengganggu liburan.
Dalam menyiapkan rencana perjalanan yang matang, jangan lupa cek agenda festival yang ada di Lombok saat Anda berkunjung. Untuk mengetahuinya, carilah agenda pariwisata Lombok dalam situs www.visitlomboksumbawa.net. Misalnya, di bulan Juli 2011, Lombok memiliki agenda pariwisata yang sayang jika dilewatkan seperti Malean Sapi (pacu sapi) di Lombok Barat dan Festival Senggigi di Desa Batu Layar, Kabupaten Lobar, Lombok Barat.


2. Sewa Mobil Menyewa mobil memang mengharuskan biaya perjalanan menjadi sedikit lebih mahal daripada menggunakan angkutan umum di Lombok seperti Bemo (angkot) atau pun Cidomo (semacam dokar). Namun, apabila Anda berlibur berkelompok maka biaya transportasi bisa jadi lebih murah. Untuk menyewa mobil di Lombok dengan jenis mobil Avanza tarifnya mencapai Rp 300.000 untuk delapan jam sudah termasuk sopir. Mobil juga bisa menjangkau wilayah yang lebih jauh daripada angkutan umum. Pasalnya, apabila Anda menginap di Mataram, bemo dan cidomo lebih jarang ditemui. Dua angkutan umum andalan Lombok itu lebih banyak dijumpai di luar kota Mataram.
Keuntungan lain dengan menyewa mobil adalah mendapatkan bonus tour guide gratis dari sang sopir. Biasanya, sopir yang merupakan warga asli sana sudah hapal tempat-tempat wisata yang sering dikunjungi turuis maupun tempat-tempat lain yang jarang dikunjungi tapi menyimpan potensi kekayaan alam yang luar biasa. Jangan lupa, saat menyewa mobil Anda sudah memiliki kesepakatan dengan sang sopir tentang tarif penyewaannya untuk menghindari perdebatahn saay pembayaran nanti
.
3. Extra Cash Hampir seluruh tempat wisata di wilayah Lombok tidak dipungut biaya seperti di sentra gerabah Desa Banyumulek, desa tradisional suku Sasak, Desa Sade, dan Pura Lingsar. Namun, saat Anda memasuki tempat-tempat itu, biasanya ada sebuah kotak amal dan sebuah buku jurnal besar untuk menuliskan nilai sumbangan yang Anda berikan. Ada baiknya Anda memberikan sumbangan itu seikhlasnya bisa Rp 5.000-Rp 10.000. Sumbangan itu nantinya digunakan untuk memajukan desa tersebut.
Selain itu, agar Anda memperoleh cerita dan sejarah yang lengkap seputar tempat wisata, Anda bisa menggunakan tour guide lokal asli desa tersebut. Biaya tour guide ini juga tidak ditetapkan, semuanya seikhlas hati Anda. Oleh karena itu, siapkanlah uang-uang kecil bernominal Rp 5.000 dan Rp 10.000,- untuk memberikan sumbangan-sumbangan itu.

4. Jangan Sia-siakan Waktu dan Berhentilah di Tempat Tak Terduga Saat Anda mengunjungi Pulau Lombok, sebenarnya banyak tempat yang bisa Anda eksplor selain tempat-tempat wisata resmi yang sering dikunjungi turis. Oleh karena itu, mulailah hari Anda mengeksplor pulau ini sedari pagi misalnya mulai jam 7 pagi. Pada jam itu, di sepanjang jalan di wilayah Sukarara maupun Batu Jayi, Lombok Barat, para petani suku Sasak masih tampak beraktivitas menanam padi di tengah embun pagi yang mulai terangkat. Sinar matahari yang mulai menyingsing juga semakin menambah kecantikan pemandangan hamparan hijau lahan pertanian itu.
Jika Anda merupakan pecinta fotografi, jangan sia-siakan kesempatan untuk mengabadikan momen ini. Berhentilah sejenak dan mulailah mengabadikan aktivitas para petani wanita yang tengah menanam padi, petani laki-laki yang tengah membajak sawah, dan akvitas para tengkulak yang tengah membeli gabah dari petani. Mulailah bersosialisasi dengan penduduk setempat, menyapa dan memperkenalkan diri. Lambat laun, mereka pun akan mulai bercerita tentang aktivitas dan kehidupannya sebagai Petani Sasak. Jika Anda beruntung dan mereka merasa nyaman, bisa jadi ajakan santap bareng sarapan pagi di pinggir sawah akan meluncur dari para petani ini.
Anda juga bisa melakukan pemberhentian di pasar-pasar tradisional terbuka yang ada di pinggir jalan. Di Lombok, ada hari pasar di mana seluruh pedagang dari seluruh wilayah Lombok berkumpul di satu titik seperti di pasar Sengkol, Lombok Tengah. Hari Pasar biasanya jatuh pada hari Senin dan Kamis.
Jadi  jangan pernah menyia-nyiakan waktu Anda berdiam diri di dalam hotel, beraktivitaslah sedari pagi, bersosialisasi dengan masyarakat setempat dan berhentilah mana kala Anda melihat suatu aktivitas yang menarik.

5. Siapkan Sunblock Salah satu pariwisata andalan Pulau Lombok adalah pantai-pantainya yang eksotis yang tersebar dari mulai Lombok Barat hingga Lombok Selatan. Di Lombok Barat terdapat Pantai Senggigi dan tiga gili yang terkenal yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Di Lombok Selatan terdapat Pantai Kuta, Tanjung Aan, dan Pantai Mawun. Di pantai-pantai itu, Anda bisa melakukan beragam aktivitas seperti berjemur, snorkeling, diving, hingga berselancar. Oleh karena itu, sun block wajib selalu dibawa karena panasnya matahari pesisir pantai itu bisa membakar kulit Anda. Dengan melumuri tubuh dengan sunblock, Anda tidak perlu lagi pusing memikirkan kulit yang terbakar dan bisa lebih menimati bermain pantai kapan pun.

6. Berpakaian Sopan Mayoritas penduduk Lombok adalah suku Sasak yang beragama Islam. Mereka pun masih menjunjung tinggi norma agama dan sosial dalam bermasyarakat. Meski sudah menjadi lokasi tujuan turis, namun para turis tidak bisa sembarangan dalam berpakaian. Pakaian yang terbuka hanya akan mengundang tatapan sinis penduduk lokal. Hal ini menandakan bahwa Anda tidak menghormati penduduk di sana. Aturan lain yang berlaku yakni dilarang mabuk-mabukan di tempat terbuka. Aturan tidak tertulis ini lebih ketat lagi terjadi saat bulan Ramadhan, ketika umat muslim mulai berpuasa.

7. Siap-siap Berpesta di Gili dan Senggigi! Hiburan malam hari di Pulau Lombok terbilang minim, tidak seperti Bali yang pariwisatanya hidup selama 24 jam. Di pusat kota Mataram, aktivitas warga mulai sepi mulai pukul 20.00 WITA. Namun, apabila Anda masih ingin menjelajah keindahan Lombok di malam hari, Anda bisa langsung meluncur ke Pantai Senggigi. Di sana, belasan cafe terbuka, karaoke, hingga restoran sea food membanjir dan buka hingga dini hari.
Apabila Anda sedang menginap di Gili Trawangan, sempatkanlah merasakan keindahan malam di pulau kecil ini. Biasanya, setiap tengah malam Gili Trawangan menggelar pesta dan hiburan musik bagi para turis yang datang. Di sini, para turis bisa meluapkan kegembiraannya dan menari sesuka hati hingga pagi menyingsing.

Selasa, 12 Julai 2011

Nasi Puyung Khas Lombok, Pedas Mantap!

Berbicara makanan khas Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), lidah kita mungkin akan langsung mengenang lezatnya ayam bakar Taliwang. Ayam yang termahsyur dan menjadi salah satu ikon kuliner khas Lombok itu bahkan sudah banyak ditemui di kota-kota lain seperti Jakarta dan Bandung.
Namun, selain ayam Taliwang, Lombok juga memiliki satu menu masakan yang tak kalah menggodanya yakni Nasi Puyung. Dan bisa jadi Nasi Puyung ini hanya bisa Anda jumpai di Pulau Lombok. Jadi, jika Anda berkesempatan berada di Lombok, jangan lewatkan santapan segar dan bikin keblinger ini.
Nama Nasi Puyung diambil dari nama daerah asalnya yakni Kampung Puyung, Lombok Tengah, NTB. Pelopor pembuat Nasi Puyung ini merupakan seorang penjual nasi yaitu Papuk Isum yang berasal dari kampung Puyung. Dia sudah berjualan Nasi Puyung sejak tahun 1980-an dan kini usahanya kian membesar dan sudah ditangani oleh anak dan cucunya. Karena kelezatannya, Nasi Puyung kian menjamur hingga ke pusat kota seperti di Mataram, Lombok Barat.
Di Mataram, nama kedai yang asli berasal dari Kampung Puyung adalah Nasi Balap Puyung Inaq Esun. Kedai sederhana ini terletak di depan Hotel Grand Legi, Jalan Sriwijaya, Mataram dan buka setiap hari mulai pukul 09.00-21.00.
Anwar, seorang penjaga kedai itu, mengatakan bahwa untuk menjaga keaslian rasa, Nasi Puyung langsung diambil setiap pagi dari Kampung Puyung, Lombok Tengah.
"Nasi Puyung yang ini asli dikelola sama generasi ketiganya dari Kampung Puyung. Setiap pagi, kita ambil lauk pauknya di sana. Tapi kalau nasi, kami buat sendiri di sini," ujar Anwar.
Penampilan Nasi Puyung tidak terlalu istimewa dengan nasi putih yang diletakkan di atas daun pisang. Tetapi, kenikmatan Nasi Puyung ini justru terletak pada lauk pauknya yang terdiri dari sambal, kedelai goreng, suwiran, dan daging ayam cincang serta kelapa parut. Sebagaimana masakan Lombok lainnya yang terkenal pedas, Nasi Puyung ini mungkin ada di peringkat tertinggi soal kepedasannya.
Uniknya, saat pertama menyantap daging ayam cincang yang sudah dilumuri sambal, rasanya renyah tidak terlalu pedas. Mulut pun seakan tak bisa berhenti mengunyah. Satu demi satu ayam cincang itu masuk ke dalam perut. "Wah enak! Pedasnya pas, nggak sepedas yang dibilang orang," ucap salah seorang rekan.
Namun, perkataan itu kembali ia ralat setelah beberapa menit kemudian perutnya mulai terasa panas. "Puedeeesss tenaaan iki! Segerr...," ujarnya dengan logat Jawa.
Dua gelas teh tawar hangat pun sukses menemani santapan Nasi Puyung yang harganya hanya Rp 8.000 ini. Anwar mengungkapkan bahwa rasa pedas itulah yang hingga kini dipertahankan sejak tahun 1980-an. Kuncinya ada pada cabai kering khas Lombok. Rasa pedas kelas wahid!

Sabtu, 9 Julai 2011

"Lombok, Jangan Iri pada Bali"

 LOMBOK, KOMPAS.com - Keberadaan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sering kali disebut sebagai Bali ke-2 di Indonesia. Singkatan NTB pun kerap diplesetkan menjadi "Nasib Tergantung Bali".
Padahal, potensi kekayaan alam yang dimiliki NTB tak kalah dengan yang dimiliki Bali. Bali memang sudah menjadi pulau yang terkenal seantero dunia. Provinsi itu pun pernah menyabet penghargaan Pulau Terbaik di Dunia pada tahun 2009 dari majalah Travel and Leisure, hasil jajak pendapat wisatawan seluruh dunia.
Kini, NTB memang masih belum setenar Bali. Namun, ditargetkan pada tahun 2012, reputasi NTB di tingkat dunia akan bisa berkibar dalam program Visit Lombok Sumbawa 2012.
Terhadap cita-cita NTB yang sudah ada di depan mata ini, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, mengingatkan warga NTB, khususnya yang di Pulau Lombok, untuk tidak perlu iri terhadap prestasi yang diraih tetangganya, Bali.
"Warga Lombok, jangan jealous (iri) sama Bali, mumpung ada pulau terbaik di dunia yang dekat dengan di sini. Maka ambillah ilmu sukses dari Bali," ucap Wacik saat membuka acara "Lombok Sumbawa Pearl Fetsival 2011" di Hotel Grand Legi, Mataram, NTB.
Ia meminta kepada seluruh unsur pemerintahan daerah untuk memperhatikan masyarakat yang hidup di wilayah yang berpotensi sebagai destinasi wisata yang menarik.
"Sekolahkan 50 orang Lombok di sekolah tinggi pariwisata Bali, berikan beasiswa. Suruh dia magang di sektor pariwisata di Bali. Begitu dia sudah dapat ilmu, minta kembali dan mulai gerakkan pariwisata di sini," ungkap Wacik.
Ia mengaku optimis NTB mampu menjadi Bali berikutnya yang sukses mempromosikan sektor pariwisatanya hingga ke berbagai negara. Dalam kesempatan itu, Menbudpar juga mengingatkan bahwa pemprov NTB harus memperhatikan lima faktor utama yang berpengaruh dalam industri pariwisata.
Lima faktor itu yakni alam, budaya, manusia, makanan, dan harga. Seluruh faktor itu nyaris sudah dipenuhi provinsi Bumi Gora ini. Namun, masih ada satu hal yang menjadi sorotan Wacil yakni terkait dengan perilaku masyarakat NTB.
"Janganlah ada tawuran karena itu akan menakutkan para investor. Investor tidak akan mau menanamkan modal pada wilayah-wilayah yang rawan. Saya minta semua warga Lombok untuk sambut Lombok sebagai pintu gerbang pariwisata Indonesia," tandas Wacik.

Kilauan Mutiara Laut Selatan di Lombok

LOMBOK, KOMPAS.com - Menjadi sebuah provinsi yang dikelilingi lautan di tiap sisinya, membuat Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi kekayaan laut yang tinggi. Luas perairan lautnya sekitar 29.159,04 km2, panjang pantai 2.333 km, perairan karang sekitar 3.601 km2, dan terdiri dari 278 pulau-pulau.
Lokasi ini pun tak ayal menjadi tempat yang cocok bagi karang-karang laut hidup. Karang laut yang hidup di wilayah perairan Nusa Tenggara pada umumnya berjenis Pinctada Maxima yang menghasilkan Mutiara Laut Selatan (South Sea Pearl) dan menjadi primadona mutiara di dunia. Hal ini karena jenis mutiara Lombok, khususnya, memiliki berbagai macam warna bahkan terdapat 27 jenis warna mutiara Lombok yang bisa dihasilkan.
Bervariasinya warna yang dimiliki mutiara Lombok itu bukan tanpa sebab. Pasalnya, berjutaan tahun lalu wilayah Nusa Tenggara menjadi tempat bertemunya persebaran spesies kerang berbibir kuning atau emas yang berada di Palawan, Filipina sampai ke Kepulauan Nicobar dengan spesies kerang berbibir putih di Papua hingga ke Australia. Sehingga, nyaris seluruh warna bisa ditemukan di mutiara Lombok.
"Namun, yang menjadi keunggulan NTB itu ada tiga warna yakni Bronze seperti tembaga, metal seperti pelor sepeda motor, dan emerald emas agak kehijauan. Keunggulan inilah yang tidak didapatkan di tempat lain," ucap Wakil Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi), Bambang Setiawan, dalam acara Lombok Sumbawa Pearl Festival 2011, di Mataram, NTB.
Dengan banyaknya keunggulan itu ditambah dengan kondisi laut yang sangat mendukung perkembangan mutiara laut, akhirnya banyak pengusaha yang kemudian mulai menekuni serius bisnis mutiara Lombok ini.
Sebanyak 36 perusahaan mutiara, tiga di antaranya perusahaan asing, tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa. Dari sekitar 2.000 lokasi budi daya mutiara di seluruh NTB, sudah termanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan mutiara yang ada. Lokasi budidaya mutiara tersebut tersebar di wilayah pesisir seperti Gili Gede (Pelayan, Bolangis), Gili Asahan (Labuhan Poh), Teluk Sire Lombok Barat, Sembelia Lombok Timur, Tanjung Bero, Teluk Mapin, Pulau Moyo dan Teluk Saleh, Sumbawa, Kwangko/Kempo, Teluk Sanggar, Dompu dan Teluk Sape serta Teluk Waworada, Bima.
Kini, produksi mutiara NTB bisa mencapai 600 kilogram per tahun. Mutiara-mutiara itu kemudian dijual kembali kembali ke para produsen perhiasan mutiara di dunia seperti New York (Amerika Serikat), Tokyo (Jepang) , Geneva dan Zurich (Swiss), serta Milan (Italia). Apabila sudah diaplikasikan ke dalam bentuk perhiasan, nilainya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Keindahan akan kemilau mutiara laut asli Lombok ini pun diakui oleh seorang pengusaha mutiara asal Australia yakni Simon Adams. Simon merupakan Managing Direcrtor Atlas South Sea Pearl, sebuah perusahaan nomor lima di dunia dalam menghasilkan mutiara Laut Selatan. "Kualitas mutiara di Indonesia, juga di Lombok, sangat baik. Secara umum, bibir kerang di Indonesia itu lebih berwarna emas dan inilah yang disukai para pembeli. Jadi Indonesia tidak bisa dibilang inferior dalam industri ini," ujar Simon.
Ia bahkan mengakui dirinya sering berpergian keliling dunia untuk mencari mutiara terbaik sejagat raya dan ia menemukannya di Indonesia. Di dalam acara Lombok Sumbawa Pearl Festival 2011, Simon bahkan menyempatkan diri untuk mengikuti lelang mutiara Lombok yang akhirnya ia menangkan.
"Saya kira saya sudah menemukan mutiara terbaik itu ada di sini, di Indonesia," ucapnya. Melihat potensi mutiara yang begitu besar di Indonesia, Atlas pun menanamkan investasi dalam tiga lokasi pembudidayaan mutiara laut selatan yakni di Raja Ampat, Bali; Flores, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Usai dipanen, mutiara itu diekspor ke Jepang.

Jumaat, 8 Julai 2011

200 Kg Mutiara Berkualitas Siap Dilelang

JAKARTA, KOMPAS.com - Lombok Sumbawa Pearl Festival menampilkan 200 kilogram mutiara berkualitas dari seluruh pelosok Indonesia untuk dilelang. Kegiatan kali ini sudah ketiga kalinya dilaksanakan. Tahun 2011, panitia menargetkan total transaksi mencapai 150.000 dollar AS atau senilai Rp 1,2 miliar. Hal ini disampaikan Wakil Kepala Bidang Organisasi Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi), Bambang Heriawan.
"Kami menargetkan tahun ini nilai lelang mencapai 150.000 dollar AS," ucap Bambang.
Jumlah itu tiga kali lipat dari nilai transaksi yang diperoleh tahun lalu yakni 45.000 dollar AS. Sebanyak 36 buyer akan mengikuti lelang yang dilakukan secara tertutup ini yang sebagian besar berasal dari luar negeri seperti Jepang, Hongkong, dan negara-negara Asia Tenggara.
Meski banyak buyer dari luar negeri, Bambang melihat animo buyer dalam negeri dalam pelaksanaan festival kali ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Hal ini lantaran nama Lombok Sumbawa Pearl Festival sudah mulai dikenal dan menjadi agenda tahunan pariwisata Lombok Sumbawa.
Selain itu, kepercayaan buyer dalam negeri juga meningkat karena produk-produk yang ditampilkan adalah mutiara para anggota Asbumi.
"Mereka percaya karena anggota-anggota kami memiliki kualitas mutiara yang sangat baik. Karena biasanya kami pameran di Kobe, Jepang," ujar Bambang.
Pemenang lelang akan diumumkan pada Jumat (8/7/2011) malam ini oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik dalam pembukaan Lombok Sumbawa Pearl Festival 2011, di Hotel Grand Legi, Mataram. Terkendala Harga Meski mulai mendapat sorotan dunia, bisnis mutiara Indonesia masih memiliki tantangan persoalan harga.
Walaupun mempunyai mutiara South Sea Pearl khas Nusa Tenggara dengan kualitas nomor satu di dunia, harga jual mutiara masih kalah dari Filipina, Australia, dan Jepang. Harga mutiara laut dari Jepang, Australia, dan Filipina bisa mencapai 10.000 yen per mome di pasar dunia. Satu mome setara dengan 3,75 gram mutiara. Sedangkan, harga mutiara asal Indonesia secara keseluruhan baru 5.000-6.000 yen per mome di pasar dunia.
"Permasalahan di tempat kita adalah soal kualitas. Di sini, seluruh mutiara dibawa keluar mau yang kualitasnya rendah sampai yang tinggi. Sehingga marjinnya terlalu luas," ujar Bambang.
Sementara di negara-negara lain, misalnya Myanmar, pemerintah mengambil alih perdagangan mutiara yang diekspor ke luar negeri.
"Di Myanmar, hanya mutiara-mutiara kelas A saja yang bisa dijualbelikan ke luar. Kalau yang di luar itu dijadikan aksesori. Harusnya di sini juga dibuat seperti itu," tutur Bambang.
Padahal, diakuinya, Indonesia berada di peringkat pertama dalam hal volume ekspor ke luar negeri. Di peringkat kedua baru Australia.
"Indonesia menguasai 53 persen pasar dunia. Kebutuhan mutiara dunia saat ini 9-10 ton per tahun," ungkap Bambang.
Namun, dari segi peringkat harga, Indonesia berada di peringkat 4. Peringkat pertama dan seterusnya yakni, Australia, Myanmar, dan Filipina.

Mutiara Ikut Promosikan Pariwisata NTB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lombok merupakan sentra perdagangan mutiara terbesar di Indonesia. Lombok pun merupakan destinasi wisata unggulan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Oleh karena itu, budidaya mutiara pun menjadi obyek wisata. Mutiara pun digunakan sebagai ajang promosi pariwisata NTB yang dikemas dalam ajang Lombok Sumbawa Pearl Festival 2011.
"Produksi mutiara di NTB mencapai 361,071 ton dengan nilai investasi sebesar Rp 126 miliar," kata Gubernur NTB M Zainul Madji dalam jumpa pers terkait festival tersebut di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (28/6/2011). Di Lombok, jenis mutiara yang dibudidayakan adalah Mutiara Laut Selatan.
"Mutiara kami kualitas tinggi, beda misalnya jika dibanding yang buatan air tawar atau di negara-negara lain. Mutiara Laut Selatan tidak bisa tumbuh di semua tempat, hanya beberapa lokasi di Indonesia. Salah satunya di NTB. Laut kita memungkinkan jika digunakan untuk mengembangkan Mutiara Laut Selatan dengan optimal," ungkap Zainul.
Sementara itu, Bambang Setiawan dari Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia menuturkan bahwa mutiara dari NTB memiliki keunggulan tersendiri. Ia menambahkan, mutiara tersebut awalnya dari perairan Indonesia, tepatnya di Banda, Maluku.
"Mutiara itu lalu menyebar sampai ke Filipina, Australia, bahkan ke Myanmar. NTB keuntungannya adalah mutiara gold dan mutiara silver bertemu di NTB. Jadi, bercampurnya di NTB. Hasilnya, mutiaranya memiliki warna paling kaya," ucapnya. Akibatnya, lanjut Bambang, Mutiara Laut Selatan asal NTB pun bernilai paling tinggi di dunia.
Ia juga menjelaskan bahwa mutiara silver (mutiara putih) menyebar dari Banda ke wilayah timur, mulai dari Maluku, Irian, sampai Australia. Sementara itu, mutiara gold (mutiara kuning) menyebar ke wilayah barat dan utara. Adapun NTB, menurutnya, menjadi titik pertemuan antara mutiara putih dan mutiara kuning. Mutiara yang dihasilkan pun memiliki perpaduan warna tersebut.
"Kelemahan kita belum ada pedagang yang membawa keluar. Prosesnya selalu ekspor," katanya. Namun, Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar melihat hal tersebut menjadi peluang bagi pasar pariwisata.
"Pedagang yang datang ke NTB untuk membeli mutiara bisa saja lalu mereka jalan-jalan di NTB setelah transaksi, apalagi mereka ini high end tourist. Mereka enggak segan-segan mengeluarkan uang banyak untuk berwisata," ungkapnya.
Dalam Lombok Sumbawa Pearl Festival 2011 akan diadakan lelang mutiara yang diikuti oleh pembeli dari 36 negara. Mutiara yang akan dilelang sebanyak 200 kilogram dan berasal dari petani mutiara se-Indonesia, seperti NTB, Maluku, Papua, dan Ternate.
Lombok Sumbawa Pearl Festival 2011 merupakan tahun ketiga penyelenggaraan festival tersebut. Festival itu akan dilaksanakan di kawasan Senggigi, Lombok, pada 8-10 Juli 2011. Akan ada program acara panen mutiara, pemilihan Putri Mutiara, pentas seni budaya, dan masih banyak lagi.

Dibuka, Lombok Sumbawa Pearl Festival!

JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor pariwisata kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mulai diramaikan dengan kegiatan "Lombok Sumbawa Pearl Festival" yang akan dibuka, Jumat (8/7/2011). Acara bertaraf internasional ini akan dibuka Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik, di Hotel Grand Legi, Mataram.
Pada pembukaan festival yang sudah berlangsung tiga kali ini, sejumlah kegiatan digelar seperti pameran dan panen mutiara, tarian daerah, pameran kerajinan, pemilihan Putri Mutiara, serta pelalangan mutiara. Bahkan, kegiatan pelelangan mutiara sudah dilakukan mulai Kamis (7/7/2011).
Sebanyak 33 buyer hingga sore ini sudah mendaftarkan diri. Mereka juga telah menentukan harga yang diinginkannya melalui pelelangan tertutup.
"Kemarin ada 15 orang dari luar negeri, dan 18 orang hari ini. Kami masih menunggu buyer dari Jepang yang tertarik membeli mutiara kita," kata Wakil Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi), Bambang Setiawan, Kamis (7/7/2011), di Mataram.
Selain itu, lanjut Bambang, buyer dari dalam negeri saat ini semakin meningkat. Mereka percaya, mutiara anggota Asbumi merupakan mutiara yang teruji kualitasnya dan terjamin keasliannya.
"Mereka tahu kalau dari Asbumi, mutiara itu pasti dalam kualitas tinggi," tutur Bambang.
Dalam pelelangan mutiara ini, Lombok Sumbawa Pearl Festival 2011 menampilkan 200 kilogram mutiara dari seluruh Indonesia. Jumlah ini lebih banyak 10 kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 20 kilogram.
Adapun mutiara yang menjadi favorit adalah mutiara asal Nusa Tenggara yang memiliki 27 variasi warna. Konon, mutiara asal Nusa Tenggara merupakan mutiara dengan kualitas nomor wahid di dunia.
Sebelumnya, Dirjen Pemasaran Kemenbudar, Sapta Nirwandar, mengatakan promosi festival ini sudah semakin mendunia. Lombok Sumbawa Pearl Festival 2011 ini juga menjadi kalender tetap bagi pecinta mutiara dari berbagai negara.
"Mereka sudah mengetahui kualitas dan keindahan mutiara Lombok. Dengan festival ini, pariwisata di Lombok juga akan semakin terangkat," Sapta.
Saat ini, total produksi mutiara Lombok mencapai 361,71 ton. Perusahaan yang menginvestasikan di budidaya mutiara cukup menggembirakan. Hingga kini total nilai investasi budidaya mutiara mencapai Rp 126,95 miliar, terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 76,173 miliar dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 50,782 miliar.